Saturday, June 19, 2010

futsal

Ada yang berbeda ketika mereka main futsal. Mereka seperti lepas. Mereka seperti tidak peduli pada hal di luar lapangan. Untuk 30 menit singkat itu, dunia mereka hanyalah bola, 4 teman setimnya, gawang, dan garis-garis batas. Dalam 30 menit singkat itu, mereka bebas sebebas-bebasnya – kecuali aturan-aturan tidak mengeluarkan bola dari lapangan dan tidak melakukan foul apapun. Mereka bebas berteriak, bebas tertawa, bebas berlari; bebas berekspresi.

Karenanya aku iri. Aku iri karena aku lupa kapan terakhir kali aku selepas itu, karena aku tidak pernah teradiksi oleh suatu hal seperti mereka teradiksi futsal, karena aku ingin merasakan rasa yang dirasakan mereka saat mereka mencetak gol, dan karena aku ingin aku bisa seekspresif itu.

Dengan orang-orang menontonimu, memperhatikan tiap gerak-gerikmu – bahkan mungkin saja ada orang yang kau suka – dan menaruh harapannya padamu, bisa-bisanya kamu hanya menaruh pandanganmu pada bola kecil itu, mungkin tanpa memedulikan orang di sekitarmu. Coba, kapan terakhir kali kau melakukan dan merasakan hal seperti itu? Tidak tahu ya, tapi terakhir kalinya aku seperti itu ialah saat…………. Aku tidak tahu. Mungkin saat ujian; ya aku tidak memerhatikan siapapun. Namun aku tidak tertawa dan berlari sambil mengerjakan soal, kan?

24 February 2010

No comments: